Selasa, 13 November 2012

Tips mengatasi Understeer dan Oversteer

1.UNDERSTEER
Gejalanya mobil cenderung berjalan lurus, meskipun setir sudah dibelokkan. Biasanya disebut selip lantaran daya cengkeram depan hilang. Kalau sudah begini pengemudi akan panik, potensi celaka akan besar karena mobil bisa nyelonong ke luar jalan.

 Mengatasi ya:
 -Segera perlambat laju kendaraan, sampai daya cengkeram kembali normal.
 -Janganlah menambah putaran setir ataupun mengerem.
 -Kurangi menekan pedal gas secara gradual.
-Kurangi putaran setir.

 2.OVERSTEER
 Kebalikan dari understeer, ban belakang kehilangan cengkeraman. Akibatnya, bagian buritan mobil bergeser atau melintir. Penyebabnya yang paling umum kita melakukan pengereman ketika membelok. Saat itu, bobot pindah ke depan sehingga membuat daya cengkeraman ban belakang berkurang. Faktor lain karena memutar setir secara tiba-tiba.

 Mengatasi ya:
 -Jangan mengerem.
 -Jangan memindahkan posisi tangan di setir.
 -Lakukan counter-steer atau "membalas" setir dengan sigap, tapi tidak berlebihan.
-Kurangi tekanan pada pedal gas (untuk mobil berpenggerak roda belakang).
-Tambah injakan pedal secukupnya (untuk mobil gerak roda depan).
-Arahkan mata ke titik yang hendak dituju
-Bersiaplah mengembalikan setir ke posisi semula (Fitra Eri)
 sumber:http://tokoaku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=144:tips-mengatasi-understeer-dan-oversteer&catid=14:tips-otomotif&Itemid=279

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar