Selasa, 27 November 2012

TIPS YANG BIKIN MESIN KENDARAAN MATI

1. OVERHEAT
Pada mesin Kendaraan modern yang telah dilengkapi komputer, jika beroperasi melebihi batas suhu kerja maka komputer secara otomatis akan melindungi dengan cara menonaktifkan mesin secara bertahap. Komputer akan menghentikan kerja kompresor AC, berlanjut ke mode aman (safe mode), sampai saatnya mesin dihentikan secara total. Tetapi untuk mesin Kendaraan era 1990-an belum dilengkapi komputer. Gejala overheat bisa dideteksi dengan munculnya gejala knocking ketika berakselerasi. 

PENANGGULANGANNYA: Periksa cooling system serta volume oli mesin secara berkala. Perhatikan indikator suhu mesin saat timbul knocking, dan segera tepikan Kendaraan.

2. KEBOCORAN OLI
Berkurangnya jumlah oli mesin secara drastis dapat menyebabkan friksi pada komponen yang bergerak. Dampaknya, suhu mesin menjadi tinggi (overheat) dan keausan luar biasa. Penyebabnya adalah kerusakan pada baut penutup lubang pembuangan oli akibat terkena hantaman benda keras, atau kondisi seal-seal di mesin kurang bagus. Perlu juga dicermati indikator oli di dashboard yang akan menyala jika kekurangan pelumas.

PENANGGULANGANNYA: Periksa oli secara berkala. Jangan menganggap remeh indikator oli yang menyala, karena itu mengindikasikan bahwa pompa oli telah kehilangan tekanan.

3.WATER HAMMER
Air tersedot ke ruang bakar akibat menerjang genangan air yang tinggi. Air yang jauh lebih padat dibanding udara, hingga memenuhi ruang bakar, tentu tidak dapat tekanan saat mesin bekerja pada langkah kompresi. Pada kondisi katup tertutup, tekanan air akan menghancurkan komponen terlemah di ruang bakar, yakni piston.

PENANGGULANGANNYA: Ketahui ketinggian saluran masuk udara di mesin. Jangan sekali-sekali menstarter saat mesin mati di tengah banjir. Buka busi, kemudian start mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.

4. TIMING BELT Berfungsi sebagai penyelaras putaran kruk as serta katup sehingga keduanya tidak berbenturan. Tetapi, fatal akibatnya jika belt yang menghubungkan kedua mekanisme ini putus secara tiba-tiba. Kerusakan tidak terelakkan lantaran piston dapat menumbuk katup yang berada pada posisi membuka. Jika hal tersebut terjadi pada putaran mesin tinggi, maka blok mesin bisa pecah. Kondisi ini dapat diminimalkan bila Anda tahu kerusakan yang terjadi. Mesin dengan perbandingan kompresi rendah atau yang dilengkapi turbocharger atau supercharger cenderung memiliki peluang lebih kecil terhadap kerusakan.

PENANGGULANGANNYA: Ganti timing belt secara berkala sesuai rekomendasi. Percepat penggantian timing belt jika frekuensi Kendaraan melewati jalan macet tinggi.


SUMBER:http://tokoaku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=184&Itemid=373

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar